Meski berbagai kritik banyak dilontarkan oleh kalangan novelis, namun aura ayat-ayat cinta ini mampu menarik jutaan penonton dan pembaca di Indonesia. Hingga pemimpin negeri ini pun tak melewatkan kesempatan untuk menikmati ke indahan ayat-ayat cinta ini bersama para keluarga bahwa ‘punggawa-punggawanya’.
HAbiburrahman tampaknya berhasil menjadikan Fahri sebagai ikon dalam ayat-ayat cinta ini ditengah pergolakan cinta antara Aisha, Maria, Nurul dan Naura. Lika-liku perjalan hidup Fahri mengajarkan banyak arti tentang nilai-nilai kehidupan. Nilai-nilai yang patut untuk kita jadikan sebagai renungan hingga menjadi sebuah ibrah yang akan memaknai kehidupan kita.
